Teater Impian Manchester United tiba-tiba berubah menjadi panggung horor menyeramkan setelah legenda Liverpool Steven Gerrard melancarkan serangan verbal paling dahsyat terhadap skuad Setan Merah yang sekarang tersandera situasi mengerikan dengan peringkat ke-16 di Liga Inggris. Situasi start musim buruk ini telah menciptakan kemarahan publik Old Trafford sehingga mereka tak lagi dapat mengendalikan rasa frustrasinya.

"Gelontoran dana fantastis senilai 155 juta euro atau setara Rp3,7 triliun pada bursa transfer musim panas lalu ternyata hanya membakar uang tanpa hasil," timpali Gerrard.

Kondisi Setan Merah semakin memburuk setelah mengalamai kekalahan dalam delapan pertandingan berturut-turut dari semua kompetisi. Kekalahan telak di ajang Liga Champions saat kalah tiga gol tanpa balas dari Atletico Madrid dan juga melawan Como, tim promosi Italia lainnya, membuktikan betapa lemahnya mentalitas bertanding dari raksasa sepak bola ini pada masa ini.

Dua tamparan yang sangat menyakitkan itu terjadi ketika kami menelan kekalahan 3-0 di stadion Santiago Bernabéu oleh sang pesaing langsung, Atletico Madrid; lalu lagi dengan hasil hampir sama namun sedikit lebih tipis, 1-2 dalam pertemuan singkat lawan Como. Kedua situasi tersebut memperlihatkan seberapa rapuh penguasa lapangan Setan Merah saat ini.

Di tengah gempuran kritik dari suporter yang mendesak pemecatan pelatihnya, Steven Gerrard tidak mau diam dan justru membantah gagasan bahwa Michael Carrick harus menjadi sasaran tunggal atas kegagalan tim. Menjadi salah satu ikon di Anfield sebagai pandit di The Overlap Daily, Gerrard secara tegas menyoroti masalah pada para bintang klub yang tampaknya tak mampu menjaga standar bermain untuk sebuah raksasa seperti United.

Beredar Rencana Radikal Pada Lini Belakang: Maguire dan Shaw Terancam Hengkang

Gerrard menyerbu langsung ke lini belakang Manchester United dengan kritik keras terhadap tim pertahanannya. Mantan pemain senior ini meminta pihak klub harus berani mengganti generasi tua, termasuk para bek bertopeng seperti Maguire dan Shaw, demi bangkitnya performa skuat.

"Kami perlu segera melakukan penyesuaian besar-besaran pada barisan belakang," kata Gerrard.
"Maguire dan Shaw sudah tidak sesuai lagi untuk posisi mereka saat ini."

"Harry memiliki karier yang sangat bagus, dan Luke adalah pemain top pada masanya. Namun, mereka bukan lagi pemain Manchester United. Seharusnya mereka dilepas lebih cepat," tegas Gerrard, dikutip dari Mirror.

Bukan hanya Harry Maguire-Luke Shaw saja mendapat kritikan negatif, Lisandro Martinez juga menjadi sasaran seruan dari legenda tim. Gerrard mengkritik integritas bek Argentina tersebut karena dinilai hilang focus semenjak gelora Piala Dunia 2022 serta menunjukkan tindakan egois yang merusak keharmonisan di ruang ganti saat henti pertandingan melawan Leeds.

Hamburkan Triliunan Demi Pemain Mentah dan Kesalahan Transfer

Dalam perbincangan panjangnya, Gerrard mengekspresikan kemarahannya terhadap kebijakan bursa transfer yang dinilai tidak berstrategi dan merugikan Liverpool. Dia menggurui manajemen tentang ketidaksesuaian pengeluaran besar-besaran demi mendatangkan Andrey Santos dari Chelsea, seorang pemain yang disebut kurang cocok dengan standar Setan Merah.

Kemarahan Gerrard kian meluap tatkala menyoroti kebijakan bursa transfer klub yang dianggap sarat kebingungan dan salah arah.
— Gerrard

Ketidakwarasan strategi rekrutmen tersebut semakin diperparah oleh rumor ketertarikan Liverpool pada Carlos Baleba. Dengan mahar mencapai 70 juta euro, Gerrard merasa ini adalah langkah tidak masuk akal dalam situasi tim membutuhkan pemain berpengalaman.

Ia menertawakan langkah manajemen yang berani merogok kocek hingga 50 juta euro hanya demi mendaratkan Andrey Santos dari Chelsea.
— Gerrard

Kritik atas rencana mendatangkan Carlos Baleba:

  • Dihargai dengan mahar selangit mencapai 70 juta euro, Gerrard melihat ini sebagai tindakan tidak masuk akal saat tim membutuhkan pemain matang untuk bersaing di papan atas.

"Lihatlah lini tengah, mereka mendatangkan pemain dari Chelsea , seharga 50 juta euro, Andrey Santos, bukan pemain Manchester United. Kemudian berlanjut ke perekrutan di level yang lebih tinggi," tutur Gerrard.

"Mengapa Anda merekrut pemain yang tidak cukup bagus untuk bermain di Manchester United? Ini adalah satu-satunya pemain yang bisa Anda tarik sekarang, tetapi dia bukan pemain Manchester United. Carlos Baleba, 70 juta poundsterling. Dia punya potensi. Dia belum siap membantu Manchester United bersaing di puncak liga sekarang," sambungnya

Misteri Dicadangkannya Cunha dan Kursi Panas Carrick

Gerrard juga menyentil sektor sayap yang dinilainya kehilangan magis era kejayaan Ryan Giggs dan David Beckham lantaran Amad Diallo masih tampil angin-anginan tanpa kontribusi nyata. Keheranan sang legenda kian membuncak saat melihat keputusan aneh Carrick yang terus-menerus memarkir rekrutan anyar asal Brasil, Matheus Cunha, di bangku cadangan.

"Cunha dicadangkan. Apakah dia tidak berlatih dengan benar? Apakah dia pemain bermasalah? Mereka baru saja merekrutnya, mengapa pemain internasional Brasil tidak menjadi starter?" kritik Gerrard.

Dengan penampilan impresif Bryan Mbeumo di lini depan meski bermain sendirian, suasana tim semakin tegang setelah kalah telak dari Como dan Bournemouth. Michael Carrick, yang pernah menjadi pelindung bagi skuadnya, sekarang benar-benar tersandera dalam situasi yang memukul kepala.

Kendati juru taktik masih dipastikan selamat dari evaluasi darurat awal pekan ini, manajemen Manchester United dikabarkan sudah mulai menggali pilihan untuk pengembalian kursi kepelatihan mereka.

Berbagai isu liar muncul dengan menyebut nama-nama elit seperti Eddie Howe, Julian Nagelsmann dan Antonio Conte sebagai kandidat potensial. Namun upaya mendekati Unai Emery dan Fabian Hurzeler tampaknya berjalan tidak lancar.

Gerrard's firm stance has revealed that removing Carrick is merely a temporary fix for the chronic illness plaguing Manchester United. Without comprehensive cleansing through transfers to rid the team of underperforming players in the upcoming transfer window, Old Trafford will continue its endless decline into perpetual turmoil.

The next crucial match now stands as an absolute verdict on Carrick’s future at Theatre of Dreams. Should there be no miraculous turnaround to restore the club's glory days, the axe of dismissal looms and marks yet another chapter of devastation for this sleeping giant.

"Gerrard's firmness has shown that dismissing Carric is only a band-aid solution for the chronic problems afflicting Man Utd." "Without thorough cleaning by transferring out mediocre performers soon, Old Trafford will keep sinking deeper into unending decline."