Ruben Onsu hadir untuk memberikan keterangan kepada polisi dalam rangka memenuhi panggilan pemeriksaan terkait laporan tentang dugaan akses yang tidak sah ke akun emailnya yang berhubungan dengan Betrand Peto. Ruben juga menyerahkan beberapa bukti sebagai pendukung klaimnya itu selama pemeriksaannya.

Dalam pemeriksaan tersebut, Ruben menyampaikan sejumlah informasi dan mengumpulkan bukti bagi penyidik guna mendukung laporannya.

Pembeberan keterangan Ruben ini diwakili oleh kuasa hukumnya, William Rando Bayakta, saat berbincang-bincang kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (28/10/2026). Menurut William, proses yang dilalui merupakan bagian dari investigasi terhadap dugaan tindakan illegal access.

"Pihak yang dilaporkan masih dalam proses penyelidikan," jelas William. "Laporannya berhubungan dengan kasus dugaan akses tidak sah ke akun surel milik Ruben."

William menjelaskan, pihak yang dilaporkan dalam perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Ia juga menyebut, laporan yang diajukan pihaknya berkaitan dengan dugaan akses ilegal terhadap akun email yang menjadi perhatian Ruben.

“Klien kami sudah diperiksa di hari Senin pada dini hari, sudah diperiksa, itu terkait tentang laporan polisi kami terkait illegal access yang terlapornya masih dalam lidik,” ujar William Rando Bayakta.

During the examination, Ruben provided statements to the investigators to explain the alleged criminal activity mentioned in the complaint. It is hoped that this will assist the police in investigating the reported incident more thoroughly.

Klient saya mencoba menjelaskan beberapa hal yang dianggap dapat menunjukkan adanya unsur-unsur pidana dalam kasus akses ilegal tersebut., kata William.

The determination of whether there was or wasn't any crime remains within the jurisdiction of the investigators based on their findings and evidence collected.

“Kemarin ada beberapa keterangan yang diberikan oleh klien kami untuk membuktikan bahwa memang adanya unsur pidana dalam illegal access itu,” lanjutnya.

Ruben Submit Proof to Investigators

Besides giving statements, Ruben also submitted several pieces of evidence to the investigators at Polda Metro Jaya. These proofs were provided in support of a report filed on October 11, 2026.

Menurut William, penyerahan bukti dilakukan sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan. Pihaknya memenuhi permintaan penyidik agar laporan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami sudah memberikan bukti-bukti yang dimintakan oleh penyidik terhadap LP yang kami laporkan tersebut di Polda Metro Jaya ya,” terangnya.

William menjelaskan bahwa bukti tambahan yang diserahkan pada tahap ini hampir selalu berhubungan erat dengan materi yang sudah pernah dikemukakan saat laporan pertama dibuat. Namun, Ruben tidak memungkiri kemungkinan adanya penambahan bukti apabila penyelidikan maju dan penyidik butuh informasi lebih lanjut.

Dalam sampaianya kepada media, William juga menyatakan telah menginformasikan data yang dianggap relevan terhadap pihak penyidik. Informasi tersebut meliputi beberapa aspek tentang akses terhadap akun email yang menjadi sorotan dalam kasus ini.

“Bukti tambahan sama seperti bukti pertama kami membuat laporan sih. Dan mungkin ada tambahan-tambahan terkait pengembangannya, mungkin cara mengaksesnya gimana, mungkin cara untuk apa aja yang memang kayak nomor apa aja yang tercatat di situ atau email email verifikasi mana yang tercatat di situ, ya kita sudah menyampaikan semuanya kepada penyidik,” tutupnya.

Ruben Onsu menyita perhatian publik pada 11 Oktober 2026 ketika dia mengajukan laporan polisi terkait isu privasi digital dengan Bertrand Peto. Dalam surat laporan ini, keduanya diketahui telah saling mencabut hak perlindungan hukum karena kasus yang sama: Ruben menuduh Sarwendah sebagai pelapor dalam perkara akses ilegal ke akun email pribadi mereka bersama.

"Sarwendah menjadi nama tersangka utama dalam dugaan akses tidak sah tersebut."

Peristiwa ini membuka perselisihan lain antara pasangan suami istri itu; selain masalah privasi online, Ruben juga melaporkan Sarwendah untuk pencemaran nama baik dan fitnah. Kedua laporan polisi ini bertujuan memperkuat posisi hukum masing-masing di tengah spekulasi publik yang tinggi terkait konflik personal mereka.

Kedua laporan tersebut mencakup masalah berbeda sehingga penanganannya harus diperhatikan secara individual. Dugaan akses ilegal merujuk pada aktivitas tidak sah dalam penggunaan akun, sementara kasus pencemaran nama baik dan fitnah melibatkan tuduhan terhadap pernyataan atau info yang dianggap menguntungkan bagi salah satu pihak.

Dalam proses penyelidikan perkara akses ilegal, pemeriksaan Ruben sebagai pelapor merupakan langkah awal untuk memperoleh informasi lebih lanjut. Polisi seharusnya mendalami detail yang disampaikan oleh Ruben, menganalisis bukti-buktinya, serta mencari identitas orang-orang yang diduga berhubungan dengan insiden tersebut.

Status Pihak Yang Dilaporkan

Pihak yang disebutkan dalam laporan ini masih memerlukan pengawasan dari proses penyelidikan berterusan. Menurut William, tersangka pada kasus akses ilegal tersebut kini tengah diamati oleh unit spesialis. Oleh karena itu, tidak bisa diambil kesimpulan definitif tentang siapa sang pemilik tanggungjawab terhadap perkara yang diduga telah dilakukan hingga tahapan penyelidikannya selesai.