Ratusan Mahasiswa dan Aktivis Padatkan Dataran HI

Pada Rabu (28/10/2026), ratusan mahasiswa dan aktivis dari berbagai elemen pemuda memadati dataran Hotel Indonesia, Jakarta.

Aksi tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda untuk menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah melalui gerakan bertagar #IndonesiaSadar.

Kumpulan Elemen Mahasiswa

Ekses besar yang terdiri dari sejumlah elemen mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan Komite Selamatkan Daulat Rakyat, berkumpul di kawasan pusat ibu kota.

Mereka membawa spanduk, mengibarkan bendera organisasi, dan menyampaikan orasi yang menyoroti persoalan korupsi serta penegakan etika dalam penyelenggaraan negara.
"Perwakilan mahasiswa secara bergantian menyampaikan tuntutan melalui mobil komando. Mereka meminta pemerintah untuk berantas KKN, reformasih ukum, mengedepankan pendidikan bebas biaya dan terjangkau, evaluasi APBN, dan memberi jaminan pekerjaan."

Mereformasi hukum, meningkatkan akses pendidikan yang gratis dan murah, mengevaluasi anggaran negara, serta mewujudkan lapangan kerja yang lebih banyak adalah beberapa hal utama yang disoroti perwakilan mahasiswa.

Selain Persoalan Ekonomi dan Tata Kelola Anggaran

Demonstran fokus pada isu-isu lingkungan seperti kebakaran hutan dan perubahan iklim, yang mempengaruhi hidup warga setempat.

"Kami menuntut pemerintah untuk melaksanakan tata kelola anggaran yang transparan."

Menyoroti Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM)

Peserta mendesak perlindungan HAM serta kebebasan sipil agar masyarakat tidak ditangkap sembarangan ketika mengkritik sistem pemerintahan.

Makna Simbol Tiga Jari

During the protest, students and some civil society elements raised three fingers on their right hand as a symbol of resistance. What is the meaning behind this three-finger gesture?

Gestur Salam Tiga Jari Dikenali Sebagai Three-Finger Salute

Gestur salam 3 jari dikenal sebagai three-finger salute atau salam tiga jari yang kerap digunakan dalam gerakan prodemokrasi di sejumlah negara.

Salam tiga jari juga dikenal luas melalui film The Hunger Games dan kemudian diadopsi dalam berbagai gerakan politik di Asia Tenggara. Dalam laporannya, media Inggris, The Guardian, mencatat penggunaan simbol tersebut sebagai bentuk solidaritas dan perlawanan dalam gerakan prodemokrasi di Thailand, Myanmar, hingga Indonesia.

Penggunaan simbol budaya populer dalam politik merupakan cara efektif bagi demonstrators untuk menyampaikan pesannya kepada publik, terutama generasi muda. Misalnya, dalam dunia

The Hunger Games
, salam tiga jari menggambarkan solidaritas antara rakyat yang berjuang melawan kekuasaan otoriter.

Dalam konteks Thailand pada 2014, gerakan anti-kudeta militer membuat salam tiga jari menjadi semboyan penting. Sirawith Seritiwat, aktivis prodemokrasi, menjelaskan bahwa gestur ini segera diperkenalkan oleh demonstran lain dan akhirnya berkembang sebagai simbol perlawanan terhadap kudeta militer tersebut.

Dalam konteks Thailand, meskipun otoritas militer menekan pemakaian salam tiga jari, simbol ini tetap dipakai dalam gerakan prodemokrasi karena mudah difahami serta melambangkan nilai-nilai kebebasan, kesetaraan, dan solidaritas.

"Meski menghadapi tekanan dari pihak militer, masyarakat masih menggunakan salam tiga jari untuk menyuarakan dukungan terhadap demokrasi."

Pada Februari 2021 di Myanmar, ketika junta militernya memegang kendali, salam tiga jari kembali menjadi simbol penting bagi demonstrator yang menentang pengambilalihan kekuasaan. Tenaga medis serta berbagai kelompok sosial turut melakukan aksi penolakan dengan merujuk pada simbol tersebut.

Dalam situasi di Indonesia, mahasiswa menggunakan salam tiga jari sebagai simbol penguat pesan dalam mengkritisi kebijakan pemerintah. Media sosial seperti Instagram resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (@bemui_official) menjadi alat penting untuk membangkitkan gerakan #IndonesiaSadar pada 28 Oktober 2026.

"Sadar dipalak, sadar dibakar, sadar dimiskinkan."

Tujuan Aksi Mahasiswa

Massa berlangsung bertahan di kawasan Bundaran HI hingga menjelang petang demi menyampaikan aspirasi mereka.

Kami sadar dan akan melawan.
  • Pertama, penegakan keadilan dalam kasus-kasus korupsi yang masih belum diselesaikan;
  • Kedua, reformasi sistem pengambilan keputusan pemerintah yang lebih transparan;
  • Ketiga, perlindungan lingkungan dari kerugian ekosistem akibat pembangunan terus menerus tanpa perhatian;
  • Keempat, pendidikan kualitas tinggi dengan alokasi anggaran cukup bagi institusi di bawah naungan KEMENRISTEKDIKTI;
  • Lima, akses publik informasi dan partisipasi dalam proses demokratis.

Tuntutan Utama Mahasiswa Hari Ini

Penanganan Bencana Ekologis

Massa aksi mendorong pemerintah mengklasifikasikan karhutla serta banjir sebagai bencana nasional, menuntut korporasi yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan diadili, dan memastikan implementasi tata kelola lahan yang baik.
Evaluasi Anggaran Negara (APBN)
Ditekan untuk berhenti menggunakan APBN secara tidak efektif demi kepentingan politik melalui program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih alias Kopdes.

Reduksi Beban Biaya Pendidikan

Penting untuk mengurangi beban biaya pendidikan tinggi dan memastikan pemberian akses ke layanan dasar yang seimbang kepada semua lapisan masyarakat.

Reformasi Hukum and Eradication of Corruption

To cease the misuse of power through legal means and to demand the eradication of corruption, collusion, and nepotism (KKN).

Perlindungan Hak Asasi Manusia dan Demokrasi

Menuntut pemberlakan perlindungan hak asasi manusia, penyelesaikan militerisasi dalam ranah sipil, penyelidikan terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM, serta pemulihan kembali bebas berekspresi dan berkomentar.