Film Hamka: Awal Mula (Vol. 3) mendapat sorotan dari beberapa tokoh agama. Selain memaparkan kisah seorang ulama dan sastrawan besar, film ini dinilai memiliki pesan kehidupan yang masih relevan bagi generasi muda.
Dalam acara press screening, hadir Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya, Erick Yusuf. Sejumlah pendakwah, di antaranya Ustaz Dery Sulaiman dan Ustaz Jojo, juga turut menghadiri pemutaran film tersebut.
"Kehadiran para tokoh agama dalam film ini adalah tanda pentingnya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan modern."
Kehadiran Tokoh Agama Dalam Filmer Hamka Menyoroti Nilainya Terhadap Sosial dan Moral
Tokoh-tokoh agama hadir di filmer Buaya Hamka, mengajarkan bahwa perjalanan seseorang menuju keteladanan tidak selalu mulus.
MUI Mendorong Publik Untuk Memandang Film Sebagai Media Pendidikan Moralka
Bidang Seni Budaya MUI Ajak Warga Nikmati "Hamka: Awal Mula (Vol. 3)"
Erick Yusuf, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Seni Budaya, meminta masyarakat untuk mengeksplorasi dan menyaksikan Hamka: Awal Mula (Vol. 3). Menurutnya, film ini membawa berbagai pelajaran positif yang layak dinikmati oleh para pengunjung.
"Film tersebut menghadirkan banyak pesan positif yang bisa menjadi bahan pembelajaran bagi penonton."
"Saya mengajak ya semua masyarakat untuk mengapresiasi, untuk ikut menonton film Buya Hamka volume yang ketiga ini ya, sekuel yang ketiga. Mengapa? Karena pertama di dalam film ini itu jelas banyak sekali pesan-pesan yang sangat bagus ya," ujar Erick Yusuf, saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
Pesan ini sangat berarti karena film biografi dapat menjadi alat efektif untuk memperkenalkan kembali tokoh-tokoh bangsa kepada publik umumnya generasi muda yang belum begitu mengenal rintangannya.
"Buya Hamka dikenal sebagai ulama, sastrawan, dan pemikir dengan pengaruh besar dalam hidup masyarakat Indonesia. Namun di balik kesuksesannya terdapat perjalanan panjang penuh proses belajar, konflik ideologi, isu keluarga serta pencarian identitas."
"Melalui film ini, penonton diundang untuk memandang Hamka tidak hanya dari sudut pandang tokoh agung yang tertuang dalam catatan sejarah saja, tetapi juga seseorang yang melewati banyak perjuangan hingga akhirnya menjadi dewas."Vino G. Bastian Cerita Tentang Aspek Manusiawi Buya Hamka
Aktor Vino G. Bastian, pemain Buya Hamka dalam produksi terbarunya, menjelaskan bahwa membawakan tokoh penting tersebut lebih dari sekadar menampilkan seorang ulama dan sastrawan dikenali masyarakat. Ia harus memahami latar belakang hidup di balik nama besar Buya Hamka.
Menurutnya, karakter Hamka memiliki sisi kehidupan yang relatable bagi banyak orang; mulai menghadapi persoalan hingga mencari identitas dirinya sendiri."Bagi saya, memerankan Buya Hamka bukan hanya tentang menghadirkan sosok yang dikenal sebagai ulama dan sastrawan besar. Ada perjalanan manusia yang harus dipahami di baliknya. Hamka juga pernah menghadapi persoalan, perbedaan pandangan, dan proses pencarian jati diri. Saya berharap film ini bisa membuat penonton, terutama anak-anak muda, melihat bahwa setiap orang memiliki prosesnya masing-masing untuk menjadi lebih baik," ujar Vino.
"Sudut pandang ini mengajak para penonton untuk melakukan introspeksi pada diri mereka sendiri." — Desy RatnasariPengembangan Diri Melalui Perjalanan Hamka
Meski menjadi pribadi yang lebih baik tidak dapat dicapai dalam waktu singkat, setiap orang memiliki tantangan, pengalaman, serta keputusan unik yang membentuk karakternya dan cara pandang terhadap hidup.
"Proses tersebut adalah perjuangan seumur hidup. Setiap detil perjalanannya bisa jadi pelajaran bagi penonton untuk merenungkan diri." — Donny Damara
Aktris Desy Ratnasari tentang Film dan Kisah Buya Hamka
"Buya Hamka adalah tokoh penting dalam sejarah Indonesia, dan saya senang bisa memainkan perannya. Saya berharap film ini dapat mengenalkan kisah nyata beliau kepada para remaja."
Disy Ratnasari juga menekankan bahwa sukses seseorang sering kali merupakan hasil dari usaha yang tak mudah dilalui.
"Menurut saya, kisah Buya Hamka sangat penting untuk dikenalkan kepada generasi muda. Kita bisa belajar bahwa untuk menjadi seseorang yang memiliki manfaat bagi banyak orang, ada proses panjang yang harus dijalani. Ada perjuangan, ada kesungguhan dalam menuntut ilmu, dan ada nilai-nilai kehidupan yang harus terus dijaga. Semoga film ini bisa menginspirasi anak-anak muda untuk terus belajar dan menjadi pribadi yang lebih baik," tuturnya.
Sementara itu, Donny Damara melihat film sebagai media yang mampu mendekatkan penonton pada perjalanan hidup seorang tokoh.
Melalui narasi dan peta mental karakter, penonton bukan saja mengetahui prestasi seseorang, namun juga bisa merasakan pengalaman-pengalaman yang menjadi tulang belakang kepribadiannya.
"Film memiliki kemampuan untuk membawa penonton masuk ke dalam sebuah perjalanan kehidupan. Lewat kisah Buya Hamka, kita diajak memahami bahwa ada proses, perjuangan, dan pengalaman yang membentuk seseorang. Saya berharap film ini bisa membuat masyarakat semakin tertarik mengenal sejarah bangsa dan mengambil nilai-nilai positif dari perjalanan hidup tokoh yang kita ceritakan," ungkap Donny.
Scheduling of the Film "Awal Mula" Volume 3 Featuring Buya Hamka
The narrative in this third volume of the "Awal Mula" series serves as a reminder that history is not merely documentation of past events; it also encapsulates life experiences of national figures, which hold lessons applicable to current challenges and situations today.
Ketekunan dalam menuntut ilmu, keteguhan pada prinsip, hubungan dengan keluarga, serta dedikasi untuk memberikan manfaat kepada sesama merupakan pesan utama yang disajikan melalui perjalanan Hamka.
Bagi generasi muda, kisah tersebut mengilustrasikan bahwa pencapaian besar tidak selalu dimulai dari keadaan sempurna. Proses belajar, pergulatan, dan upaya memperbaiki dirilah yang membentuk seseorang hingga dapat meninggalkan jejak positif bagi masyarakat.
Rilis Film Hamka: Awal Mula (Vol. 3)
Film dokumenter biografi Hamka: Awal Mula (Vol. 3) diprogram tayang secara eksklusif di bioskop-bioskop Indonesia pada tanggal 19 November 2026. Proyek ini berharap dapat memperkenalkan kiprah Buya Hamka kepada generasi muda, sekaligus mengajak para penonton untuk merenungkan nilai-nilai positif yang ditanamkan oleh tokoh tersebut.
"Film ini dirancang tidak hanya sebagai penggambaran hidup Buya Hamka tetapi juga sebuah refleksi bagi kita semua dalam menjalani kehidupan."