Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang di Kota Malang tetap menjadi perhatian. Setelah tujuh hari, pada Selasa (27/10/2026), asap masih mengganggu beberapa area sekitar tempat pembakaran sisa-sisa limbah meskipun titik api sudah jauh reda.
Masih terjadi upaya pemadaman dan pendinginan untuk mencegah bara yang berada dalam tumpukan sampah memicu kebakaran kembali.
Dalam upaya pemadaman kebakaran tersebut, salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui penyiraman dari udara atau water bombing. Menurut informasi di media sosial Humas Pemprov Jatim, operasi ini direncanakan berlangsung hingga 31 Oktober 2026 dan disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Helikopter telah melakukan sebanyak 21 kali pengeboman air (water bombing) pada Minggu, 25 Oktober 2026, total mengeluarkan 21.000 liter air untuk membantu memadamkan api.
Khofifah Apresiasi Kerja Keras Petugas
Ayo bersama cegah kebakaran dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan dan tetap waspada terhadap potensi api di sekitar kita,
Gubernur Khofifah mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan kebakaran.
Dia juga menyebutkan pentingnya memisahkan limbah untuk mendeteksi bara api terpendam dalam amalaman tersebut.
"Limbah harus dipisahkan supaya air boleh mencapai asas api, kemudian ditaburkan dan dimendingankan berkali-kali dengan sentiasa fokus pada keSELAMATAN pegawai."
"Polisi telah menetapkan seorang warga berinisial K sebagai tersangka dalam kasus ini."
Sementara perkembangan kasus ini juga masuk tahap hukum, tersangka diduga karena kelalaiannya yang menyebabkan terjadinya api setelah membuang punting rokok selama memanen pisang di area dekat tempat insiden. Hal ini tetap mendapat konfirmasi dari hasil penyidikan kepolisian dan proses hukum yang sedang berlangsung.
Kebakaran TPA Supit Urang
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran terbuka dan segera melaporkan apabila menemui potensi kebakaran kepada petugas berwenang.
Luas area yang terdampak Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang mencapai sekitar 15,5 hektare.
Timbunan perlu diurai agar air bisa menjangkau sumber bara, lalu disiram dan didinginkan berulangkali dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas,