Berselang beberapa jam sebelum demonstrasi Hari Sumpah Pemuda dimulai, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto telah memberikan pernyataan jelas di Mabes Polri. "Kami akan terus menerus melaksanakan pengamanan pada hari ini, baik itu di seluruh Indonesia," kata dia, pada Senin (23/10/2026).
"Hari ini ya kita akan tetap melakukan upaya pengamanan, ya, di seluruh Indonesia. Kita tetap mengedepankan upaya yang humanis, tetap melakukan upaya preventif, preemptif kepolisian," tambahan Kapolri.
Kapolri juga meminta agar tidak ada tindakan anarkis dari pihak manapun.
Sedangkan saat demonstrasi sedang berlangsung di lapangan, seketika sebuah video mulai beredar. Video ini menunjukkan pemandangan yang sangat kontras dari apa yang telah disepakati awalnya.
Dalam rekaman tersebut terlihat suasana tegang di area jalur protokol. Massa aksi berkumpul di bagian tengah jalan sementara aparat kepolisian dengan seragam lengkap termasuk helm taktis usaha mengendalikan dan membubarkan konsentrasi massa.
"Pada beberapa bagian video tersebut, dapat terlihat peserta aksi aman dengan metode yang diduga menggunakan tendangan dan pukul-pukulan dalam pertemuan publik yang kacau." "
Banyak individu juga ditangkap secara paksa oleh petugas keamanan saat suasana sudah sangat tidak terkendali. Situasinya jauh melenceng daripada penampilan humanistik yang baru-baru ini disyaratkan."
Penting dicatat bahwa hingga kini tidak ada pernyataan resmi dari pihul kepolisian mengenai video yang sedang beredar. Video tersebut menampilkan aksi pengamanan namun tak disertai informasi lengkap tentang kronologi apa yang benar-benar terjadi dan apakah kekerasan dalam video merupakan representasi tepat atau ada konteks lainnya yang belum jelas seperti respons atas provokasi maupu tindakan anarkis sebagian massa.
Tanpa klarifikasi lebih lanjut, isi video ini tetap diperlakukan sebagai dalil sementara bukan fakta yang telah dipastikan sepenuhnya.
Hari ini harus menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan antar generasi muda. Namun video yang beredar malah menimbulkan pertanyaan baru tentang konsistensi polisi dengan pernyataannya sendiri.
Dengan tersebarnya video tersebut di media sosial, publik mengharapkan klarifikasi resmi dari kepolisian serta penjelasan lengkap terkait insiden dan komitmen mereka dalam bertindak humanis sesuai janji Kapolri.