Artis Irma Novita Rihi merespons santai namanya tak termasuk daftar nominasi Festival Film Indonesia (FFI). Meski mendapat perhatian publik setelah Arie Kriting mempertanyakan absennya nama Irma di ajang tersebut, pemeran asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku senang terlibat dalam berbagai produksi film dan harapannya adalah penampilannya diterima oleh umum. Baginya, kesuksesan seorang aktor bukan hanya tentang penghargaan dari lembaga tertentu, melainkan bagaimana karyanya dapat menyentuh hati para penonton.
"Semoga aku dan teman-teman yang lain bisa mempersembahkan suatu karya yang dapat dicintai banyak mata memandang," kata Irma Rihi.
Nama Irma menjadi sorotan setelah Arie Kriting menyuarakan keherannya melalui media sosial dalam sebuah video. Dalam videonya, ia mencerminkan keterkejutan karena nama Irma tidak masuk nominasi FFI meskipun sebelumnya memberinya penilaian positif atas performanya sebagai pelakon yang memiliki kualitas menjanjikan.
Dalam video tersebut, Arie juga memandang Irma sebagai salah satu wajah baru dari Papua dengan kemampuan akting yang patut diperhitungkan.
Arie Kriting
Irma Risihang Menilai Belum Sesuai Waktunya
Irma aslinya tidak ingin berbicara panjang lebar tentang pernyataan Arie Kriting. Dia lebih suka fokus pada film tersebut sebagai hiburan bagi para penggemar tanpa memandang jenis atau tokoh apa pun dalamnya.
Dia, wanita berumur 28 tahun tersebut, tidak mau merendahkan dirinya meski gagal mendapat nominiasi. Menurutnya, pujian hanyalah salah satu cara untuk memuji pekerjaannya dan bukan satuan terbaik yang menentukan kesuksesan kariernya sebagai pelaku seni.
"Bukan bermaksud menyinggung yang kemarin, tapi secara pribadi, aku menganggapnya memang belum rezeki saja," ucapnya.
"Perjalanannya di industri perfilman baru saja dimulai," kata Irma. "Tidak masuk dalam nominasi ajang penghargaan bukanlah akhir bagi kerja keras seorang aktor."
Dia juga mengamini bahwa tiap karyanya memiliki jalur terima kasih sendiri; beberapa meraih pengiktirafan lewat anugerah sedangkan yang lain diterima secara instan oleh para penonton.
Award from the Heart Means More
The actress who played Mak in this Na Willa film views recognition as a form of acknowledgment for her work done with great passion. However, she distinguishes between tangible physical symbols of awards and emotional appreciation that resonates deeply within one's heart.
Dia mengatakan bahwa piala bisa menandakan kesuksesan seorang pelakon pada suatu perhelatan, namun prestasi itu tidak selalu menjadi elemen utama untuk memberikan rasa terhormati atas usaha yang diberlakukan.
"Mungkin dalam bentuk apresiasi kita sebagai aktris. Mungkin penghargaan fisik itu hanya sebagai simbol, tapi kalau apresiasi yang dirasakan lewat hati, aku merasa itu penghargaan yang jauh lebih mengena ke aku," jelas wanita bernama lengkap Irma Novita Rihi.
Berdasarkan Irma, apresiasi kepada aktor tidak hanya berupa piala atau penghargaan resmi; kehadiran fans di bioskop saat tayang adalah dukungan tak ternilai juga.
Ia bangga jika hasil kerjanya bisa mencapai audiens luas, karena mendapat umpan balik positif menjadi motivasi utamanya dalam berkarya.
Istirahatlah sejenak dari rutinitasmu. Coba perhatikan bagaimana senyum para penonton setelah menonton film kita—itu bukan cuma ucapannya yang membuat kami terharu, tetapi juga ekspresi mereka pada layar.
"Karya kita dicintai saja itu sudah menjadi suatu bentuk penghargaan yang besar buat aku. Aku sangat bersyukur jika film-film atau karya-karya yang aku mainkan dapat dicintai banyak penonton," ujar Irma Rihi.