Dia menjelaskan bahwa Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Malaysia harus mengetahui prosedur registrasi haji melalui kuota Pemerintah Indonesia. Untuk membantu warganya merencanakan sejak awal, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mengadakan Kuala Lumpur Hajj Lifestyle Festival 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 24-25 Oktober 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia dan bertujuan sebagai sarana pendidikan bagi komunitas Indonesia untuk mempersiapkan diri ibadah haji mulai dari manajemen keuangan, penggunaan layanan digital sampai kesiapan fisik serta spiritualitas.

Diferensiasi dari edukasi keuangan biasanya, festival ini mencampur pameran perjalanan suci (haji dan umrah), turnamen olahraga, pertemuan komunitas internasional, serta talkshow motivatif. Harapannya adalah konsep tersebut memudahkan akses informasi tentang persiapan haji bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri.

"Persiapan ibadah haji harus dimulai sejak dini," kata Harry Alexander, anggota Badan Pelaksana BPKH, termasuk untuk warga diaspora Indonesia yang berada di Malaysia.

Dia menekankan bahwa perencanaan finansial yang cermat serta pemahaman tentang proses registrasi merupakan elemen kunci dalam persiapan untuk berpergantinan kepada Tanah Suci.

"BPKH ingin mendorong diaspora Indonesia agar tidak menunda persiapan ibadah haji. Perencanaan keuangan yang baik, pemahaman mengenai mekanisme pendaftaran, serta kesiapan fisik dan spiritual merupakan bagian penting dari ikhtiar menuju Baitullah," ujar Harry.

Pemahaman Mekanisme Kuota Haji untuk WNI Di Malaysia

Selama acara ini, fokus utamanya terletak pada keperluan memahami proses pendaftaran haji bagi warga negara India (WNI) yang tinggal di Malaysia.

Serta sebagai warga negara Indonesia, diaspora harus menunaikan ibadah haji sesuai dengan aturan mekanisme dan kuota yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia. Mereka tidak boleh memakai kuota haji dari Pemerintah Malaysia untuk jalur penyelenggaraannya sendiri.

Dalam hal ini, informasi mengenai prosedur pendaftaran, persyaratan administratif serta perencanaan dana sangatlah penting bagi ekspatriat, pekerja migran, mahasiswa, dan komunitas Indonesia di Malaysia.

Persiapan Keuangan

Dari awalnya perlu dilakukan persiapan keuangan. Memahami dana yang dibutuhkan dan tahap pendaftaran membantu calon jemaah menyusun rencana menabung sesuai kemampuan serta memperkirakan waktu keberangkatan berdasarkan data resmi.

Melalui festival ini, BPKH berupaya mendekatkan edukasi dan informasi layanan haji kepada masyarakat Indonesia di luar negeri.

Presentation of the BPKH App for Hajj Information Check

BPKH introduced BPKH Apps as a digital platform that can be utilized by the public to access information related to the organization of the pilgrimage.

Dengan fitur yang tersedia, user dapat merujuk pada perkiraan waktu berangkat serta manfaat nilai uang haji. Tersemat harapan bahwa aplikasi ini akan memberikan akses info lebih efisien bagi rakyat dalam persiapan ibadahnya.

Selain layanan digital, tamu juga mendapatkan penjelasan tentang pembukaan rekening di Bank Muamalat dan proses aktivasi BPKH Apps sebagai langkah awal untuk siap finansial dan informasional sebelum melaksana hajinya.

Festival Ini Menggandeng ESQ Tours & Travel Serta Jejak Imane Travel

Kedua penyedia jasa travel ini menyediakan informasi tentang paket-paket haji khusus bagi masyarakat yang tertarik. Pengunjung mendapatkan wawasan seputar manajemen dana haji, pengetahuan lebih soal bank syariah, serta opsi-opsi wisata ibadah lainnya.

"Kami hadir untuk memberikan pilihan layanan haji terbaik kepada komunitas kita," kata perwakilan ESQ Tours & Travel dan Jejak Imani Travel di acara tersebut.

Bahkan begitu, komunitas masih harus mengecek syarat-syarat, tarif, serta kelegalan pelayanan perjalanan via jalur yang sah sebelum mengambil keputusan dengan jasa tertentu.

Diterjemahkan lebih dari 400 Partisipan dalam Durasi Kegiatan dua hari

Kuala Lumpur Hajj Lifestyle Festival 2026 Mendapatkan Sambutannya

Diasporanya sendiri merespon positif terhadap Kuala Lumpur Hajj Lifestyle Festival 2026. Lebih dari 400 peserta terebut telah mencatatkan hadirinya selama dua hari acara yang diselenggarakan pada tanggal 24-25 Oktober 2026.

Pesertanya berasal dari berbagai latar belakang, termasuk ekspatriat, pekerja migran, mahasiswa, serta anggota komunitas dan organisasi masyarakat Indonesia di Kuala Lumpur.

Olahraga komunitas dan pertemuan sosial diterapkan sebagai cara membangun interaksi antar anggota. Sementara pameran dan talkshow memberikan kesempatan bagi warga untuk mendapatkan informasi langsung mengenai persiapan ibadah haji.

Kolaborasi BPKH dengan Bank Muamalat ini didukungi oleh berbagai mitra dari Indonesia dan Malaysia, diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dalam pendidikan keuangan haji serta meningkatkan akses mereka terhadap informasi relevan dan layanan yang dibutuhkan.

Melalui Kuala Lumpur Hajj Lifestyle Festival 2026, Badan Penyelenggara Haji dan Umrah (BPKH) bersama Bank Muamalat menasihati komunitas Indonesia di sini untuk tidak menunda dalam mempersiapkan ibadah haji mereka.

"Perancangan dana, pemahaman terhadap prosedur pendaftaran, serta kesiapan fisik dan rohani perlu dilakukan dengan cara sistematis. Dengan persiapan yang lebih baik ini, kita berharap masyarakat Muslim dapat merencanakan perjalanan ke Mekkah secara efektif," ujar kepala Biro Informasi Publik BPKH kepada media lokal.