Hai teman-teman! Sudah kirim banyak lamaran kerja tapi belum juga dapat panggilan wawancara? Jangan menyerah dulu! Bisa jadi ada hal-hal kecil yang perlu kamu perbaiki, mulai dari isi CV sampai cara berbicara saat wawancara.

Sebenarnya, selain memenuhi syarat perusahaan, kamu juga perlu tunjukkan sikap profesional dan kemampuan sesuai dengan posisi yang dilamar. Berikut 10 kesalahan yang bikin lamaran kerja kamu jadi tidak dipertimbangkan:

1. Berbohong dalam CV atau Wawancara

Melebih-lebihkan pengalaman atau keterampilan yang tidak dimiliki? Bisa jadi bumerang 😬. Jika kebohongan terungkap, perusahaan bisa kehilangan kepercayaan. Lebih baik tunjukkan apa yang benar-benar kamu punya.

2. Menjelek-jelekkan Perusahaan Lama

Menceritakan keburukan mantan atasan di wawancara? Tidak profesional banget! Sebaiknya, jelaskan alasan ingin pindah dengan cara positif, misalnya ingin berkembang atau cari tantangan baru.

3. Riwayat Karier Tidak Konsisten

Sering pindah pekerjaan dalam waktu singkat? Perekrut mungkin akan ragu. Jelaskan alasan secara jujur dan tunjukkan pengalaman yang kamu dapatkan dari pekerjaan sebelumnya.

4. Mengabaikan Jejak Digital di Media Sosial

Beberapa perusahaan cek media sosial kandidat. Unggahan yang kasar atau diskriminatif bisa bikin mereka langsung tak tertarik. Pastikan akunmu bersih dan profesional.

5. Tidak Mempersiapkan Wawancara

Kurang persiapan? Bisa bikin kamu bingung saat diwawancarai. Pelajari profil perusahaan, latih jawaban, dan tunjukkan kepercayaan diri saat bicara.

6. Penampilan Kurang Profesional

Cara berpakaian, bahasa tubuh, dan sikap saat wawancara sangat berpengaruh. Pastikan kamu rapi, tepat waktu, dan sopan.

7. Terlalu Banyak Menceritakan Masalah Pribadi

Wawancara bukan tempat untuk cerita masalah pribadi. Fokuslah pada pengalaman dan kemampuan yang bisa kamu berikan.

8. Terlalu Berfokus pada Gaji

Gaji penting, tapi jangan sampai pembicaraan hanya soal uang. Tunjukkan ketertarikan terhadap posisi dan kontribusi yang bisa kamu berikan.

9. Kesulitan Memberikan Ide dan Solusi

Ketika ditanya studi kasus, jangan bingung. Berikan jawaban logis dan realistis dengan alasan jelas.

10. Minim Pengalaman Kerja

Jika pengalaman minim, tunjukkan pengalaman magang, proyek kuliah, atau kursus yang relevan. Masih ada peluang untuk menonjolkan diri!