Hai, Sobat Nongki! Kalian pasti sering lihat anak muda di sekitar kita yang rutin pakai skincare, mulai dari toner, pelembap, hingga sunscreen. Tapi, apakah ini benar-benar kebutuhan atau cuma ikut-ikutan karena sedang viral di TikTok atau Instagram?

Putri Keniza, seorang anak muda yang sudah mencoba berbagai produk skincare, mengaku mulai rutin pakai skincare sejak SMA. Ia nggak langsung beli produk yang sedang viral, tapi lebih fokus ke yang cocok dengan kulitnya. Meski kadang tertarik sama rekomendasi influencer, Putri tetap hati-hati dan nggak tergiur harga yang terlalu mahal.

Kisah serupa juga dialami oleh Dewi Anggraeni, yang menganggap skincare bukan hanya soal kebutuhan, tapi juga gaya hidup. Ia punya anggaran terbatas, tapi tetap bisa merawat kulit dengan rutinitas sederhana: facial wash, pelembap, dan sunscreen. Dewi juga pernah gagal pakai produk viral yang justru bikin jerawat muncul.

Menurut dr. Berliana Kurniawati, dokter spesialis kulit dari Surabaya, tren skincare ini positif karena anak muda lebih aware soal kesehatan kulit. Tapi, jangan sampai terjebak ikut-ikutan tanpa memahami kebutuhan kulit masing-masing.

"Kalau produk yang dipakai nggak cocok, justru bisa bikin kulit kering, iritasi, atau jerawat. Lebih baik pilih produk sederhana tapi tepat, lalu gunakan secara konsisten," katanya.

Dokter Berliana juga menyarankan untuk tidak langsung percaya rekomendasi influencer. Cek dulu komposisi produk, izin BPOM, dan lihat pengalaman pengguna lain. Jika ada masalah kulit yang terus-menerus, segera konsultasi ke dokter.

Intinya, Sobat Nongki, skincare itu nggak harus yang paling mahal atau viral. Yang penting, cocok dengan jenis kulit kita dan rutin dipakai. Jadi, jangan terburu-buru ikut-ikutan, tapi pilih produk yang benar-benar diperlukan.