Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) sedang bersiap-siap menghadapi Pemilu 2029, tapi bukan dengan cara lama-lama. Mereka pakai metode modern, mulai dari riset, survei, sampai konsultan profesional. Ini bukan sekadar angin-angin, tapi perencanaan matang untuk memenangkan hati rakyat.
Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella, baru saja mengunjungi Mamuju, Sulawesi Barat. Dia bilang, Hanura sekarang mengelola partai dengan ilmu pengetahuan, bukan sekadar perasaan. Data dan survei jadi pilar utama dalam menentukan strategi politik.
"Hanura sekarang bukan lagi mengandalkan perasaan, tapi ilmu pengetahuan. Kita harus tahu apa yang harus kita lakukan, dan hasilnya nanti," kata Rio.
Di Sulawesi Barat, konsolidasi organisasi hampir selesai. Dari 68 kecamatan, hanya dua yang belum menyelesaikan administrasi. Targetnya selesai sebelum akhir November 2026. Setelah itu, Hanura akan memperluas struktur hingga tingkat desa dan kelurahan.
Mereka juga punya logo baru, simbol singa yang mewakili kekuatan dan keberanian kader. Logo ini jadi identitas baru Hanura. Selain itu, partai fokus pada kualitas kader yang bisa bekerja langsung di masyarakat.
Untuk memperkuat persiapan, Hanura juga menggelar survei di dapil strategis. Hasilnya akan jadi bahan pertimbangan dalam menentukan program kerja. Di Mamuju, peserta konsolidasi menandatangani "Wall of Commitment and Victory" sebagai komitmen bersama.
Ketua DPD Hanura Sulawesi Barat, Andi Dody Hermawan, menyatakan siap memperkuat organisasi. Saat ini, Hanura sudah memiliki dua kursi di DPRD provinsi dan tujuh kursi di DPRD kabupaten. Ini jadi modal untuk memperluas dukungan.
Dengan konsolidasi organisasi, teknologi administrasi, dan riset elektoral, Hanura optimis bisa memenangkan pemilu 2029. Mereka menargetkan struktur yang kuat di tingkat bawah dan kader yang siap bersaing di setiap dapil.