Hey guys! Siapa sih yang nggak kenal Petr Yan? Peserta UFC yang satu ini baru aja jadi sorotan setelah UFC menyematkan gelar 'Petinju Terhebat UFC' padanya. Tapi, gelar ini malah bikin heboh di kalangan petarung elite, lho.

Ya, keputusan Dana White dan timnya untuk merilis video tribut jelang UFC 333 jadi pemicu perdebatan. Banyak yang protes, karena mereka merasa ada nama-nama besar lain yang seharusnya mendapat gelar itu, kayak Max Holloway, Dustin Poirier, atau bahkan Conor McGregor.

Kabar terbaru? Petr Yan akhirnya buka suara! Dalam wawancara eksklusif via Zoom dengan UFC Indonesia, Yan nggak sombong sama sekali. Ia malah merendah, sambil menegaskan bahwa predikat 'petinju terbaik' itu subjektif.

"Saya punya kemampuan tinju. Tapi, kalau soal siapa terbaik, terserah pada kalian semua," kata Yan santai.

Walaupun begitu, Yan nggak main-main soal perubahan dirinya. Ia menegaskan bahwa dirinya sekarang jauh lebih dewasa dan universal sebagai petarung.

"Kalau bandingin Petr Yan 2020 dan 2025, itu dua pencapaian penting. Tapi, saya sudah berubah 100%. Lebih matang, lebih siap," tegasnya.

Perubahan ini jadi kunci kebangkitannya setelah masa gelap beberapa tahun lalu, termasuk insiden lutut ilegal kontra Aljamain Sterling dan kekalahan telak dari Merab Dvalishvili.

Kini, semua perdebatan soal gelar ini akan segera berakhir di UFC 333 di Abu Dhabi. Trilogi Petr Yan vs Merab jadi panggung pembuktian akhir untuk keduanya.