Hai, teman-teman! Ada kabar menarik dari Jakarta Running Festival (JRF) 2026 nih. Beberapa pelari dikabarkan nekat menerobos pagar pembatas Cut Off Point (COP) dan memprotes barikade panitia. Insiden ini jadi sorotan, terutama dari dokter Tirta yang menanggapi keluhan seorang pelari.

Menurut Tirta, peserta seharusnya sudah paham aturan lomba sebelum mendaftar, termasuk waktu perlombaan dan batas penyelesaian. Ia mengatakan, informasi ini sudah disosialisasikan lewat media sosial jauh-jauh hari.

Dalam video yang diunggah ke media sosial, Tirta mengatakan, "Kalau kalian memang enggak mau ribet, ya pilih event-event lain. Enggak mau diatur, ya lari sendiri." Ia juga menjelaskan bahwa penghitungan COP berdasarkan gun time, bukan waktu pelari melewati garis start sesuai urutan corral.

Gun time adalah waktu yang dihitung sejak tanda start resmi dibunyikan, sedangkan corral adalah area penempatan peserta berdasarkan kategori atau kemampuan. Jadi, meskipun pelari di barisan belakang mungkin terlambat beberapa menit, waktu resmi perlombaan tetap dihitung dari saat start.

Tirta juga menyebut aturan serupa diterapkan di luar negeri, seperti di Tokyo. Ia mencontohkan, "Di Tokyo juga seperti itu, bahkan lebih ketat. Disapu nganggo bis," katanya.

Untuk peserta yang merasa kurang nyaman dengan aturan ini, Tirta menyarankan untuk memilih ajang lain. Ia menegaskan, "Kalian harusnya baca dulu peraturannya. JRF sudah membuat edukasi dari tiga tahun lalu."