Bro, sister, dan seluruh Bonek di luar sana, mari kita bahas kabar yang bikin hati sedih tapi harus dihadapi bersama. Persebaya Surabaya, klub kebanggaan kita, baru saja dikenai denda Rp60 juta oleh Komdis PSSI karena ulah sebagian kecil suporter yang menyala petasan di tribun saat pertandingan melawan PSS Sleman di Stadion GBT.

Bayangkan, setelah menang di lapangan, malah harus bayar denda karena aksi di tribun. Ini bukan sekadar angka, tapi uang yang bisa dipakai untuk akademi, pemain, atau bahkan panti asuhan. Presiden Azrul Ananda pun tak bisa diam. Dia terbuka bicara, tapi dengan nada yang penuh harap.

"Bonek adalah bagian dari Persebaya. Kita harus bersama-sama memperbanyak kebaikan, bukan merugikan klub," kata Azrul. Dia bahkan membandingkan denda Rp50 juta itu dengan biaya operasional panti asuhan selama empat bulan. Ini bukan sekadar cerita denda, tapi tentang kepedulian.

Kerugian finansial yang terlalu besar juga terungkap. Dalam sembilan tahun, Persebaya sudah kehilangan Rp20 miliar akibat denda, laga usiran, dan kerusakan fasilitas. Ini membuat manajemen geram, tapi tetap berharap pada dukungan Bonek yang benar-benar peduli.

"Kita tidak memusuhi Bonek. Tapi kebiasaan buruk ini menghambat klub jadi profesional," tambah Azrul. Maka, saat ini manajemen berharap Bonek benar-benar jadi bagian dari perubahan. Tidak ada lagi petasan atau flare di tribun, tapi nyanyian yang menggema selama 90 menit.

Persebaya butuh dukungan semua pihak. Jadi, mari kita jadi bagian dari perubahan. Jangan biarkan sebagian kecil merusak kebahagiaan seluruh Bonek. Kita bisa lebih baik, bukan?