LambeTurahBali - Sehari sebelum merayakan Hari Sumpah Pemuda, BEM Universitas Indonesia (UI) dan Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) memanfaatkan momentum ini untuk menegur pemerintah. Aksi mereka di Bundaran Hotel Indonesia akan membawa Lima Tuntutan Rakyat.
“Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni, tapi juga momen yang tepat bagi kita untuk mengingat kembali kontrak sosial bernegara,” ujar Ketua BEM UI. Aksi ini dirancang menyenangkan dan aman.
Tuntutan pertama menyangkut lingkungan dengan permintaan status bencana nasional, tiga yang lain berkaitan langsung ke dompet rakyat: alokasi APBN, biaya pendidikan, serta hukum. Tuntutan terakhir menginginkan perlindungan hak asasi manusia.
“Hanya ada dua pilihan,” ujar BEM UI dalam pernyataannya, “tepati janji atau mundur.”