Hai, komunitas Nongki Bareng! Ada kabar menarik dari Jakarta nih. Tadi, acara besar World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 sukses digelar dua hari penuh diskusi seru. Lebih dari 80 negara dan tujuh organisasi internasional ikut serta, termasuk 38 menteri dan perwakilan tinggi dari berbagai negara.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, ngomongin tema utama acara ini: "Inclusively Creative: Collective Continuity". Tema ini ngajak semua pihak—pemerintah, kreator, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media—untuk bekerja sama membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
"Delapan tahun lalu, di Bali, kita mulai gagasan berani bahwa ekonomi kreatif layak punya kursi di meja pengambil keputusan dunia. Sekarang, gagasan itu kembali ke Jakarta," ujarnya.
Acara ini juga nggak cuma bicara soal kebijakan, tapi juga soal manusia di balik karya kreatif. Menteri Ekraf menekankan pentingnya semangat kolaborasi dalam membangun masa depan ekonomi kreatif global.
"Kreativitas bukan sekadar hasil karya, tapi cara kita saling berbicara ketika kata-kata biasa nggak cukup. Semoga Jakarta Vision membuka babak baru untuk ekonomi kreatif global," tutupnya.
Acara dua hari ini diisi dengan 33 sesi diskusi strategis, yang diawali dengan pertunjukan budaya Pagelaran Sabang Merauke. Acara ini juga jadi bagian dari Bulan Kreasi Nasional dan menuju puncak peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) pada 24 Oktober 2026.