Sobat Nongki Bareng, ada kabar terbaru seputar janji penciptaan 19 juta lapangan kerja yang jadi sorotan di Pilpres 2024. Penasihat Khusus Presiden, Said Iqbal, akhirnya buka suara soal ini.

Dalam wawancara dengan Nusantara TV, Said Iqbal menjelaskan bahwa janji tersebut berasal dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bukan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, itu bagian dari retorika kampanye yang biasa terdengar.

"Itu bukan Pak Prabowo yang ngomong, tapi wakilnya Mas Gibran. Pas kampanye, emang banyak yang hiperbola. Tapi kalau soal realistis? Jelas enggak realistis," kata Said Iqbal.

Janji 19 juta lapangan kerja memang jadi harapan banyak orang, terutama generasi muda dan pencari kerja. Tapi, situasi ketenagakerjaan di Indonesia masih menghadapi tantangan, seperti PHK di berbagai sektor.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sepanjang Januari hingga September 2026, 63.789 pekerja mengalami PHK. Pulau Jawa jadi wilayah dengan angka PHK terbanyak, terutama di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur.

Menurut pengamat Timboel Siregar, target 19 juta lapangan kerja dalam lima tahun jauh dari kenyataan. Ia memperkirakan penciptaan lapangan kerja selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran hanya sekitar 2,8 juta hingga 2,9 juta posisi.

"Kalau dibagi lima tahun, butuh 3,8 juta lapangan kerja per tahun. Tapi sampai sekarang baru 2,8 juta. Masih jauh," ujarnya.

Timboel juga menyoroti bahwa mayoritas lapangan kerja yang terbentuk justru di sektor informal. Dari 1,4 juta kesempatan kerja yang terbentuk di semester I 2026, hanya 200-300 ribu yang masuk sektor formal.

"Lapangan kerja formal harus jadi prioritas. Karena itu memberikan kepastian upah dan perlindungan ketenagakerjaan," tegas Timboel.

Jadi, Sobat Nongki Bareng, jangan sampai harapan tentang 19 juta lapangan kerja jadi mimpi belaka. Kita butuh kebijakan yang realistis dan fokus pada kualitas pekerjaan, bukan hanya jumlahnya.