LambeTurahNews - Berapa banyak dari kita yang kenal nama Auw Tjoei Lan? Kalau jawabannya nyaris tidak ada, kamu tidak sendirian. Perempuan Tionghoa-Indonesia yang dikenal sebagai Njonja Ati Soetji ini dulu mendedikasikan hidupnya untuk menolong perempuan dan anak korban perdagangan manusia di masa kolonial. Kini kisahnya diangkat ke panggung teater lewat pertunjukan bertajuk Njonja Ati Soetji, yang digelar pada 30-31 Oktober 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta.
Tokoh Besar yang Namanya Jarang Terdengar
Auw Tjoei Lan juga dikenal sebagai Nyonya Kapitein Lie Tjian Tjoen. Menurut catatan yang beredar di Wikipedia dan KAPAL Perempuan, ia lahir di Majalengka pada 1889 dari keluarga terpandang, lalu pindah ke Batavia setelah menikah dengan seorang perwira Tionghoa. Di sana ia terlibat dalam gerakan Ati Soetji (kerap pula ditulis Hati Suci), organisasi yang berjuang menolong perempuan dan anak, terutama perempuan muda Tionghoa yang diperdagangkan.
Catatan sejarah itu menyebut para korban sering berasal dari keluarga miskin. Mereka dijanjikan pekerjaan, tetapi akhirnya dijerumuskan ke rumah bordil. Dalam perjuangannya, Auw Tjoei Lan dikabarkan menghadapi ancaman dari para pelaku kejahatan tersebut. Ia tak pernah menyerah, malah semakin bersemangat untuk membantu korban.
Kisahnya ini sekarang diangkat ke panggung teater, jadi kamu bisa melihat bagaimana perempuan kuat ini berjuang melawan ketidakadilan. Ini juga peluang bagus untuk belajar sejarah yang sering terlupakan.
Willem Bevers dan Janji Adegan Interogasi yang Intens
Dari barisan pemain, nama Willem Bevers ikut mencuri perhatian. Ia memerankan Van Walsem, pejabat tinggi kolonial Belanda yang dalam cerita membantu Njonja Ati Soetji memberantas perdagangan perempuan dan anak di Batavia, nama lama Jakarta.
Lewat unggahan di Instagram, Willem sempat ditanya sosok aktor yang ingin ia ajak beradu peran. Jawabannya: Javier Bardem, aktor yang memerankan Pablo Escobar dalam film Loving Pablo. Alasannya karena karakter kuat dan elemen kejutan yang hebat dari sang idola. "Ingin adegan interogasi yang intens!" ungkapnya.
Willem juga menyampaikan alasan mengapa pertunjukan ini layak ditonton. "Banyak sejarah yang ditutup-tutupi bahkan dihilangkan," katanya. Kalimat itu terasa pas dengan kisah Auw Tjoei Lan yang namanya jarang disebut di buku pelajaran.
Deretan Pemain dan Tim di Balik Layar
Selain Maudy Koesnaedi dan Willem Bevers, pementasan ini menghadirkan Tika Bravani sebagai Noona Kneefel. Aktor lain yang terlibat adalah Lutfi Ardiansyah sebagai Jirrin, Chloe Gerry sebagai Suyun, Jim Lim sebagai Seng Hoe, Haikal Mubarok sebagai Tuan Lie, Andri Surawan sebagai Buron, serta Andi Solohin sebagai Jagal.
Joane Win bertindak sebagai produser eksekutif sekaligus ikut bermain sebagai Nyonya Lie. Naskah ditulis Endah D. Jenura, sementara Wawan Sofwan duduk di kursi sutradara.
Kenapa Pertunjukan Ini Layak Ditonton
Njonja Ati Soetji menawarkan lebih dari sekadar drama sejarah. Ada kisah perempuan yang berani melawan perdagangan manusia di zaman ketika isu itu jarang dibicarakan, ada pelajaran moral dari sisi antagonis, dan ada kesempatan melihat deretan aktor ternama tampil di panggung. Lewat pertunjukan ini, nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan Auw Tjoei Lan diharapkan bisa sampai ke generasi masa kini.
Jadi, kalau akhir Oktober ini kamu mencari tontonan yang bukan hanya menghibur tetapi juga membuka mata soal sejarah, panggung Ciputra Artpreneur pada 30-31 Oktober bisa jadi pilihan.