Hallo, warga Yogyakarta! Ada kabar terbaru dari Menhaj Mochamad Irfan Yusuf soal anak dan santrinya yang membantu pembentukan BP Haji. Simak penjelasannya di sini.

Irfan Yusuf mengatakan, saat awal pembentukan BP Haji, anak dan para santrinya membantu secara sukarela tanpa gaji selama 3-4 bulan. Saat itu, BP Haji belum memiliki kantor, staf, atau fasilitas yang memadai.

Keluar dari istana kita enggak punya staf, kita enggak punya kantor, kita enggak punya apa-apa.

Dalam situasi tersebut, Irfan menyebut beberapa pihak membantu, termasuk Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak yang didukung tim dari Kementerian Pertahanan. Sementara Irfan dibantu oleh santri dan anaknya.

Akhirnya Bang Dahnil disambut timnya dari Kementerian Pertahanan, saya disambut santri-santri saya dan sama anak saya. Dan mereka ini yang tanpa diminta membantu pembentukan badan penyelenggara haji itu. Tanpa gaji tanpa apa-apa selama 3 atau 4 bulan. Itu yang terjadi.

Sementara itu, sebagian dari mereka yang membantu kemudian diangkat sebagai tenaga ahli. Irfan menjelaskan, pengangkatan dilakukan berdasarkan kompetensi yang sesuai kebutuhan. Ada juga yang memilih kembali ke pondok pesantren.

Sampai kemudian ada beberapa yang saya masukkan menjadi tenaga ahli, ada sebagian kembali ke basic-nya tuh ada yang balik ke pondok, ada yang balik ini, karena mereka hanya sekadar ikhlas membantu.

Irfan juga menyebut, sebagai menteri, ia hanya mengambil satu dari tiga staf khusus dan empat dari lima tenaga ahli yang tersedia. Ia menegaskan bahwa keputusan ini diambil untuk menjaga keseimbangan.

Kementerian Haji, sebagai menteri saya punya hak untuk menetapkan tiga staf khusus, saya ambil cuma satu. Saya dapat lima tenaga ahli, saya ambil cuma empat.

Kemenhaj saat ini masih menghadapi kekurangan pegawai. Menurut Irfan, kebutuhan pegawai mencapai sekitar 7.000 orang, namun saat ini hanya ada sekitar 3.631 pegawai. Untuk mengatasi ini, Kemenhaj menggunakan tenaga alih daya atau outsourcing.

Karena itu semua sumber daya kita kerahkan. Termasuk outsourcing-outsourcing kita kerahkan untuk menutup kekurangan itu. Dan alhamdulillah 2026 dianggap sebagai haji yang paling berhasil dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Irfan menegaskan bahwa pelayanan kepada jemaah tetap menjadi prioritas meski dengan keterbatasan sumber daya. Ia juga menghargai kritik masyarakat sebagai bagian dari pengawasan terhadap kinerja kementerian.