Hey, tetangga! Ada kabar mengejutkan dari KPK soal korupsi di BNPB, lho. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja mengungkap bahwa beberapa barang pengadaan untuk penanganan bencana, seperti perahu karet dan tenda, diduga terlibat dalam praktik korupsi.

Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, barang-barang seperti tenda, selimut, pompa air, dan perahu karet adalah beberapa contoh yang diduga terlibat. "Ini bukan hanya untuk karhutla, tapi juga bencana lain seperti banjir dan longsor," katanya.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 13 Oktober 2026. Dalam OTT tersebut, 15 orang ditangkap, dan lima di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, salah satunya Bima Setiawan, adik dari Letnan Jenderal TNI Suharyanto yang saat itu menjabat sebagai Kepala BNPB.

Selain Bima, tersangka lainnya meliputi pejabat BNPB, seperti Gabriel Purwaka Sigit dan Richard Erlangga, serta pihak swasta seperti Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarin. KPK juga menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar, termasuk uang asing, emas, dan aset kripto.

KPK telah menggeledah Kantor BNPB dan memberitahukan Puspom TNI soal peran Suharyanto. Kasus ini sedang diselidiki lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dugaan korupsi tersebut.