Hai warga Nongki Bareng! Kementerian Agama (Kemenag) baru saja mengimbau umat Islam di seluruh Indonesia, termasuk kita di sini, untuk melaksanakan salat Istisqa. Ini adalah doa minta hujan yang diharapkan bisa membantu mengatasi kekeringan dan mencegah karhutla di wilayah kita.

Surat edaran dengan nomor 8 Tahun 2026 ini bukan hanya ajakan untuk berdoa, tapi juga mengingatkan kita untuk menjaga lingkungan. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa salat Istisqa perlu disertai tindakan nyata, seperti menghemat air dan mencegah kebakaran hutan.

Kapan Waktu Salat Istisqa?

Salat Istisqa bisa dilakukan pagi hari setelah matahari terbit hingga sebelum Zuhur. Kalau mau, bisa juga setelah salat Jumat. Tempatnya biasanya di lapangan terbuka, tapi kalau tidak memungkinkan, masjid atau tempat lain yang layak juga bisa.

Tata Cara Salat Istisqa

Ini cara lengkapnya:

  1. Salat dilakukan dua rakaat, tanpa azan atau ikamah.
  2. Setelah salat, ada khutbah yang mengajak untuk memohon hujan dan menjaga lingkungan.
  3. Jemaah diajak memperbanyak istighfar dan doa.
  4. Pengurus masjid wajib mengumumkan jadwal salat beberapa hari sebelumnya.

Jadi, kalau mau ikut, segera hubungi pengurus masjid atau KUA di wilayah kalian ya!

Pesan Lingkungan dari Kemenag

Kemenag juga mengingatkan kita untuk menjaga lingkungan. Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis Muhammad Hanafi, menekankan bahwa penyuluh agama dan lembaga dakwah perlu menyosialisasikan ini melalui pengajian atau khutbah.

Kita bisa mulai dari kebiasaan sederhana: hemat air, jaga sumber daya alam, dan hindari tindakan yang bisa memicu kebakaran. Salat Istisqa bukan hanya doa, tapi juga momentum untuk lebih peduli pada alam.