Hai teman-teman pencari kerja! Berita baik datang dari Pemerintah DKI Jakarta. Mulai 1 Januari 2027, kamu bisa naik transportasi umum gratis saat mencari pekerjaan, lho! Ini bagian dari upaya mengurangi beban biaya transportasi yang sering jadi tantangan saat melamar kerja.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan kebijakan ini saat membuka acara Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 di Jakarta Selatan. Ia menjelaskan, pencari kerja akan masuk dalam kelompok yang bisa menggunakan transportasi gratis dari Pemprov DKI.

“Per 1 Januari 2027, Pemerintah DKI akan menggratiskan transportasi umum untuk pencari kerja,” kata Pramono.

Kebijakan ini mengakui betapa melelahkannya harus terus berpindah-pindah menggunakan transportasi umum saat mencari pekerjaan. Pramono mengakui, banyak dari kita pasti masih ingat betapa menguras energi dan uangnya itu.

“Saya tahu betapa melelahkannya naik-turun transportasi saat mencari pekerjaan,” ujarnya.

Fasilitas ini diberikan melalui Kartu Layanan Gratis (KLG), yang bisa dipakai di Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta. Kini, jumlah kelompok yang bisa menggunakan KLG bertambah dari 15 menjadi 21, termasuk pencari kerja.

Ada lima kelompok tambahan yang bisa ikut: pendamping penyandang disabilitas, pasien rujukan dari keluarga berpenghasilan rendah, pelajar/mahasiswa prasejahtera, pelaku UMKM binaan, dan warga pascabencana.

Pemprov DKI sedang menyiapkan aturan teknis penerbitan KLG. Fokus utama akan diberikan pada pencari kerja yang belum pernah bekerja. Jika sudah bekerja dan ingin pindah, fasilitas ini tidak berlaku.

“Kartu ini untuk yang belum pernah bekerja. Kalau sudah punya pekerjaan, kami tidak berikan,” tegas Pramono.

Menariknya, fasilitas ini terbuka untuk siapa pun, baik warga Jakarta atau luar kota. Pramono menegaskan, Jakarta selalu siap menerima siapa saja yang ingin mencari kerja di sini.

“Jakarta tidak pernah membatasi berdasarkan KTP. Siapa pun boleh mencari kerja di sini,” katanya.

Selain transportasi gratis, Pemprov juga siapkan pelatihan bahasa asing melalui Mobile Training Center untuk mereka yang ingin bekerja di luar negeri. Fokusnya di negara seperti Singapura, Jepang, Timur Tengah, Taiwan, dan Hong Kong.

“Jakarta akan berikan pelatihan bahasa asing melalui Mobile Training Center,” jelas Pramono.

Ini bagian dari upaya menurunkan angka pengangguran di Jakarta yang saat ini sekitar 5,79%. Pramono ingin menurunkannya hingga 3,5% agar Jakarta jadi contoh bagi daerah lain.

“Saya harap angka pengangguran bisa turun ke 3,5% agar Jakarta jadi contoh,” harapnya.