Hai, tetangga! Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru saja memanggil Meta Platforms untuk klarifikasi soal jawaban kontroversial dari AI Meta yang disebut-sebut menyebut pemblokiran konten kritik atas permintaan pemerintah. Ini semua berawal dari jawaban AI yang viral dan memicu banyak pertanyaan masyarakat.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Mediodecci Lustarini, menjelaskan bahwa jawaban AI bisa jadi tidak akurat. Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu mengecek kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, terutama yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah atau tuduhan terhadap pihak tertentu.

"AI bisa bantu cari informasi, tapi jawabannya tidak selalu benar. Jadi, selalu cek sumber tepercaya dulu, ya," kata Mediodecci.

Komdigi juga meluruskan isu pembatasan konten terkait karhutla. Mereka menegaskan bahwa informasi dari masyarakat soal kebakaran hutan justru penting untuk membantu pemerintah dalam penanganan di lapangan.

"Informasi tentang karhutla dari warga sangat membantu pemerintah, jadi jangan sampai terkendala," ujarnya.

Untuk menjaga transparansi, Komdigi mendorong platform digital agar menjelaskan algoritma mereka dan memperjelas pelabelan akun otomatis. Moderasi konten, kata Mediodecci, seharusnya fokus pada isi konten, bukan akunnya.

"Moderasi konten harus melihat isi, bukan siapa yang mengunggahnya," tegasnya.

Sementara itu, Meta mengklaim bahwa pemblokiran akun dilakukan karena permintaan hukum dari Komdigi. Namun, pernyataan ini justru memicu kecurigaan warganet soal kebebasan berekspresi di ruang digital.

"Setelah dicepuin AI, sekarang AI dibungkam. KOMDIGI ini kerja cepat juga," cuit salah satu warganet.

Komdigi bukan pertama kalinya memanggil Meta. Sebelumnya, mereka juga meminta penjelasan soal pemblokiran akun WhatsApp yang sempat terjadi di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Meta mengakui ada masalah teknis yang menyebabkan pemblokiran akun, dan sedang memulihkan akun-akun tersebut.

Ini Pesan untuk Warga

Komdigi berharap masyarakat tetap waspada dengan informasi yang dihasilkan AI. Mereka juga sedang menyusun aturan tentang etika kecerdasan buatan untuk menjaga keseimbangan antara keamanan dan kebebasan berekspresi di ruang digital.

Jadi, tetangga, kalau ada informasi penting, cek dulu sumbernya, ya! Jangan sampai terjebak oleh jawaban AI yang mungkin tidak akurat.