Hey, warga Indonesia! Pemerintah sedang mengambil kesempatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 untuk memperkuat kerja sama antara berbagai sektor. Tujuannya? Agar produk kreatif Indonesia bisa lebih mudah masuk ke pasar internasional.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan bahwa kekayaan budaya dan potensi talenta muda kita adalah modal penting. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, pelaku usaha di daerah bisa mendapatkan nilai tambah.
“Kita harus mengubah potensi budaya dan talenta muda menjadi nilai yang bisa memajukan ekonomi kreatif daerah,” ujar Riefky.
Untuk memperkenalkan produk kreatif ke pasar internasional, pemerintah punya program Creative by Indonesia. Program ini fokus pada keunikan karya Nusantara agar bisa bersaing di pasar global.
Kementerian Ekonomi Kreatif juga siapkan strategi promosi lewat media daring dan luring. Pendekatan ini diharapkan bisa meningkatkan pengenalan produk lokal di dalam dan luar negeri.
Riefky menekankan pentingnya menghubungkan kreativitas dengan kebutuhan industri. Komersialisasi kekayaan intelektual dianggap sebagai langkah penting untuk mempertemukan talenta kreatif dengan pasar.
“Esensi Rekacipta Nusantara adalah menghubungkan kreativitas dengan industri, kekayaan intelektual dengan komersialisasi, dan talenta dengan pasar,” katanya.
Melalui Rekacipta Nusantara, pemerintah mendorong pelaku ekonomi kreatif di daerah untuk meningkatkan kapasitas usahanya. Keterhubungan antara pemilik karya, industri, dan investor diharapkan bisa membuka peluang usaha serta memperluas pemasaran produk kreatif Indonesia.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyoroti pentingnya kerja sama antardaerah. Sinergi ini bisa membantu mengembangkan potensi lokal sekaligus meningkatkan daya saing kreator Indonesia di tingkat nasional dan internasional.
Irene juga melihat potensi karya dari berbagai daerah yang masih bisa dikembangkan agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendorong kemitraan dengan komunitas lokal untuk membawa karya orisinal daerah menjadi produk unggulan.
Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) ikut berperan dalam penyelenggaraan puncak Hekrafnas 2026 sebagai wadah pertemuan pemangku kebijakan dan pelaku industri. Ketua Gekrafs, Kawendra Lukistian, menilai pengembangan sektor ini membutuhkan kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif di berbagai wilayah.
Gekrafs juga menjalin kerja sama dengan Polri untuk memperkuat pelindungan hukum bagi pelaku industri kreatif, termasuk menghadapi pembajakan dan pelanggaran hak cipta.
Dalam rangkaian acara, penyelenggara memperkenalkan dua maskot resmi, Krafa dan Krafi. Kedua karakter ini menjadi simbol kreativitas dan semangat inovasi generasi muda.
Gekrafs juga memberikan penghargaan Gekrafs Creative Impact Award kepada tokoh dan institusi yang berkontribusi terhadap pengembangan ekosistem kreatif nasional. Sementara itu, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatat rekor atas penyelenggaraan Roadshow Ekonomi Kreatif selama 131 hari tanpa jeda.
Selain itu, Hekrafnas 2026 juga diisi dengan kegiatan sosial, seperti penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menggabungkan pengembangan ekonomi kreatif dengan kepedulian sosial. Melalui penggalangan dana, penyelenggara mengajak pelaku industri untuk turut membantu masyarakat yang membutuhkan.
Hekrafnas 2026 berlangsung di Jakarta, tujuh provinsi di Indonesia, serta 17 negara. Perwakilan Gekrafs di luar negeri turut mempromosikan seni dan budaya Indonesia melalui festival, pameran, dan pertemuan bisnis.
Dengan dukungan berbagai pihak, produk kreatif Indonesia diharapkan semakin mampu menjangkau pasar global dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah.