Hai sobat Nongki Bareng! Tanggal 28 Oktober tahun ini, kita lagi merayakan Hari Sumpah Pemuda yang ke-98. Tapi buat kita di Jawa Timur, ini bukan sekadar perayaan nasional—ini juga tentang bagaimana kita menjaga persatuan di tengah keberagaman budaya dan bahasa daerah.

Peringatan ini nggak cuma seremoni doang, lho. Ini ajakan buat generasi muda Indonesia, khususnya di Jawa Timur, buat terus menghidupkan semangat persatuan yang dibawa oleh para pemuda pada 1928.

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda

Kita tahu, Sumpah Pemuda lahir dari Kongres Pemuda II tahun 1928. Pertemuan itu mengumpulkan pemuda dari berbagai latar belakang, termasuk dari Jawa Timur. Mereka sepakat: satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa—Indonesia.

Meski zaman berubah, nilai persatuan itu tetap penting, terutama di Jawa Timur yang kaya akan budaya lokal. Bahasa Indonesia jadi jembatan untuk saling memahami, tanpa menghilangkan keunikan daerah.

Tiga Ikrar yang Tetap Relevan

Sumpah Pemuda punya tiga ikrar yang masih relevan:

  • Bertumpah darah satu, tanah Indonesia: Meski kita dari Surabaya, Madura, atau Banyuwangi, kita semua punya satu tanah air.
  • Berbangsa satu, bangsa Indonesia: Perbedaan suku, agama, atau budaya nggak jadi penghalang untuk bersatu.
  • Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia: Bahasa Indonesia jadi sarana komunikasi, tapi kita tetap bisa jaga bahasa daerah.

Makna untuk Pemuda Jawa Timur

Di era digital sekarang, semangat Sumpah Pemuda nggak cuma soal upacara. Ini tentang bagaimana kita, sebagai pemuda Jawa Timur, bisa:

  • Menghargai perbedaan: Dari Madura hingga Maluku, kita semua bagian dari Indonesia.
  • Bijak di media sosial: Jangan sampai ujaran kebencian bikin persatuan retak.
  • Kembangkan potensi lokal: Apa pun bakat kita, mulai dari seni, teknologi, atau wirausaha, bisa jadi solusi untuk daerah.
  • Kontribusi nyata: Dari lingkungan hingga budaya daerah, pemuda bisa jadi motor perubahan.

Di Jawa Timur, keberagaman jadi kekuatan. Pemuda Surabaya, Malang, Banyuwangi, dan sekitarnya punya peluang besar buat memperkuat identitas lokal sekaligus rasa kebangsaan.

Hari Sumpah Pemuda jadi pengingat: persatuan butuh aksi nyata. Tantangan zaman bisa berubah, tapi semangat saling menghormati, bekerja sama, dan berkontribusi tetap penting.

Peringatan ini nggak cuma seremoni, tapi ajakan buat semua pemuda di Jawa Timur—dan Indonesia—buat terus menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih baik.