Kisah nyata dari Bangkalan ini membuat warga kaget. Seorang pria bernama FA diduga menipu para pengikutnya dengan iming-iming keuntungan spiritual, seperti tiket surga dan pahala haji 60 kali. Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp1,3 miliar.

Korban, Halimi, mengungkapkan pengalamannya kepada media. Ia melaporkan FA ke Polres Bangkalan bersama seorang pelapor lainnya. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

Menurut Halimi, praktik penipuan ini berlangsung sejak 2019 hingga 2025. Ia menyebut FA dan ayahnya, Ahmad Subaidi, yang meninggal dunia pada 2025, diduga terlibat. Keduanya menggunakan klaim spiritual untuk meyakinkan korban.

Awalnya Diminta Rp5 Juta, Lalu Terus Berlanjut

Halimi mengatakan, FA meminta uang Rp5 juta untuk mengatasi gangguan spiritual pada istrinya. Namun, permintaan uang itu tidak berhenti di situ. FA terus mengajukan permintaan dengan berbagai alasan.

“Awalnya saya diminta Rp5 juta. Tapi, permintaan itu terus berlanjut,” kata Halimi.

Korban juga merasa ditekan dengan ancaman bahwa usianya akan pendek jika tidak membayar. Hal ini membuat Halimi merasa khawatir dan terus mengeluarkan uang.

Dijanjikan Tiket Surga hingga Pahala Haji 60 Kali

FA dan Ahmad Subaidi juga menjanjikan tiket surga dan pahala haji 60 kali. Klaim ini diduga menjadi cara untuk meyakinkan korban agar memberikan uang.

Halimi menilai janji-janji tersebut perlu diusut lebih lanjut. Ia juga mengatakan jumlah korban mungkin lebih banyak, karena para pengikut berasal dari berbagai daerah.

Berawal dari Berguru kepada Gus Yayak

Halimi mengenal Ahmad Subaidi sejak 2015 ketika ia berguru kepada Gus Yayak. Gus Yayak meninggal pada 2019, lalu FA meminta Halimi mendampingi Ahmad Subaidi.

FA mulai mengklaim dirinya sebagai Imam Mahdi. Ia dan Ahmad Subaidi juga menyampaikan klaim spiritual kepada para pengikut.

Ahmad Subaidi Meninggal Dunia pada 2025

Kematian Ahmad Subaidi pada 2025 membuat Halimi meragukan klaim kemampuan memperpanjang umur yang pernah disampaikan. Ia berharap polisi mengusut kasus ini secara menyeluruh.

“Ini kejahatan luar biasa. Total kerugian mencapai Rp1,3 miliar dari sejumlah korban,” ujar Halimi.

Polisi Diharapkan Usut Dugaan Kerugian Rp1,3 Miliar

Halimi berharap Polres Bangkalan mendalami kasus ini. Ia ingin kepolisian mengungkap kronologi, aliran uang, dan kemungkinan adanya korban lain.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari FA terkait tuduhan tersebut.