Hai, warga Banyuwangi! Siap-siap meramaikan malam 24 Oktober 2026 nanti, karena Gandrung Sewu 2026 bakal menggebrak Pantai Marina Boom dengan 1.300 penari dari berbagai daerah. Tidak hanya lokal, tapi ada juga peserta dari Jakarta, Bali, Malang, hingga Blitar yang ikut meramaikan acara ini.
Tema Baru, Malam Hari!
Ini yang menarik, Gandrung Sewu 2026 akan digelar malam hari untuk pertama kalinya dalam sejarah 14 tahun penyelenggaraan. Konsep baru ini menggabungkan tari tradisional dengan tata cahaya dan efek fosfor yang bikin penampilan penari 'menyala' di gelap. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan inovasi ini diharapkan bisa memberi pengalaman berbeda bagi penonton dan wisatawan.
Bukan Hanya Tarian, Ada Ekonomi Lokal!
Tidak hanya soal hiburan, acara ini juga membuka peluang bagi UMKM lokal. Pedagang makanan, penjual suvenir, hingga penyedia jasa wisata bisa menikmati lonjakan penjualan selama festival berlangsung. Jadi, acara ini juga jadi 'panggung' ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dari Latihan hingga Panggung
Di balik keseruan itu, ada proses latihan yang cukup melelahkan. Para penari sudah mulai berlatih di Stadion Diponegoro sejak 3 Oktober 2026. Meski harus berlatih hingga malam hari, para peserta tetap antusias. Salah satu peserta dari Kota Batu, Ardra Sachio Valerian Marenda, mengapresiasi semangat penari Banyuwangi yang tetap konsisten.
Jadi, jangan lewatkan acara ini! Gandrung Sewu 2026 bukan hanya soal tarian, tapi juga soal kebanggaan budaya lokal dan kebersamaan masyarakat Banyuwangi.