Hallo, kawan-kawan! Pagi ini, Bundaran HI di Jakarta Pusat jadi sorotan karena enam aktivis Greenpeace yang memanjat Monumen Patung Selamat Datang. Aksi ini mereka lakukan untuk menyuarakan kegelisahan soal krisis iklim di tengah dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Mereka membentangkan dua spanduk besar dari atas monumen. Satu menghadap ke Istana Merdeka dengan pesan "Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup". Sementara yang lain mengarah ke selatan Bundaran HI dengan tulisan "Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?".

Polisi segera datang untuk mengamankan situasi. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung, menegaskan keselamatan para aktivis jadi prioritas utama. Mereka akhirnya diturunkan dengan bantuan tim penyelamat.

"Yang utama adalah keselamatan jiwa raga mereka," kata Reynold.

Setelah evakuasi, keenam aktivis dibawa ke Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan. Polisi belum memastikan langkah hukum yang akan diambil, tapi mereka akan memeriksa CCTV untuk melacak kronologi aksi.

Respons Gubernur DKI

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengapresiasi kebebasan menyampaikan pendapat, tapi menekankan agar aksi tetap tertib dan tidak mengganggu umum. Ia juga menyoroti risiko keselamatan aktivis di ketinggian.

"Saya harap mereka segera turun agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Pramono.

Tim Advokasi untuk Demokrasi menyatakan aktivis dalam kondisi sehat meski lelah setelah pemeriksaan panjang. Mereka mengkritik minimnya fasilitas istirahat dan mempertanyakan dasar hukum penahanan.

"Menahan orang tanpa status jelas itu tidak ada dasar hukumnya," kata anggota tim advokasi.

Setelah delapan jam pemeriksaan, keenam aktivis akhirnya dipulangkan sekitar pukul 20.30 WIB. Mereka membawa pesan kritik soal krisis iklim dan beban hidup masyarakat.

Pesan di Spanduk

Aksi ini dimanfaatkan Greenpeace untuk menyoroti hubungan antara kerusakan hutan, cuaca ekstrem, dan beban pengeluaran rumah tangga. Mereka mengingatkan pemerintah agar menjadikan perlindungan lingkungan sebagai prioritas pembangunan.