Hey, warga Probolinggo! Ada cerita hangat nih yang bikin ramai di media sosial. Dua anggota Satpol PP Kabupaten Probolinggo, berinisial JA dan MU, bikin video pendek di TikTok yang mengeluhkan tugas pengamanan unjuk rasa di depan Gedung DPRD setempat. Video berdurasi 17 detik itu langsung viral dan bikin heboh. Kebetulan, aksi unjuk rasa yang dimaksud adalah dari Aliansi LEGAM pada Rabu (21/10/2026).
Dalam video, salah satu petugas terdengar mengeluh bahwa kegiatan massa itu jadi beban tambahan dan mengganggu waktu istirahat. Wajar aja, masyarakat langsung bereaksi. Mahasiswa dan aktivis mulai menyoroti profesionalitas aparatur serta pentingnya menghormati hak masyarakat menyampaikan aspirasi.
Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, atau yang akrab disapa Gus Haris, langsung merespons. Dia mengingatkan seluruh ASN di Kabupaten Probolinggo untuk lebih bijak saat menggunakan media sosial. Gus Haris juga menekankan agar setiap ucapan atau unggahan aparatur dipertimbangkan matang-matang, biar nggak bikin kegaduhan dan merusak kepercayaan masyarakat.
"Saya mengingatkan ASN untuk selalu menjaga sikap, menghormati sesama, dan jangan sombong dalam menjalankan tugas," tegas Gus Haris saat apel pagi di Kantor Bupati Probolinggo, Senin (26/10/2026). Dia juga menekankan pentingnya empati dan sikap rendah hati, terutama dalam interaksi dengan rekan kerja dan masyarakat.
Kepala Satpol PP, Taufik Alami, menyampaikan bahwa kedua anggota yang terlibat dalam video sudah diberi teguran lisan dan pembinaan. Mereka juga menjalani pemeriksaan internal karena konten tersebut dianggap tidak sesuai dengan SOP. Taufik juga meminta maaf atas polemik yang muncul.
Intinya, Gus Haris ingin ASN di Kabupaten Probolinggo menjadikan empati dan kerendahan hati sebagai bagian dari sikap sehari-hari. Jangan sampai sombong atau angkuh, karena semua orang pasti pernah mengalami kesulitan. Pesan ini jadi pengingat penting untuk seluruh pegawai Pemkab Probolinggo.