Warga Jawa Timur perlu mulai siap menghadapi perubahan cuaca yang akan datang. Mulai akhir Oktober 2026, BMKG Juanda telah memperingatkan bahwa hujan sudah mungkin mulai turun ke beberapa wilayah, sehingga wajib meningkatkan waspada atas potensi cuaca ekstrem.

BMKG juga menegaskan bahwa musim hujan di Jawa Timur diproyeksikan berlangsung secara bertahap dari November 2026 sampai Januari 2027. Sebagian besar daerah ini diperkirakan masuk dalam masa hujan pada Desember 2026.

Dilansir oleh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, sebanyak 68 Zona Musim (ZOM) atau kurang lebih 90,6 persen daripada luas wilayah Jawa Timur akan memasuki musim hujan di bulan mendatang tersebut.

Sejumlah area terdahulu diproyeksikan sudah mulai mengalami cuaca lembab dan curam. Daerah Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Kediri, Madiun, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo diperkirakan masuk dalam masa hujan pada November ini.

Puncak dari musim hujan di Jawa Timur sendiri diperkirakan berlangsung pada Februari 2027. Warga yang tinggal di daerah-daerah potensial ini perlu mempersiapkan diri untuk kondisi tersebut.

BMKG juga menegaskan bahwa masyarakat harus menyadari pentingnya perubahan cuaca yang terjadi, terutama saat turunya hujan berintensitas tinggi.

Hujan lebat disertai angin kencang dan petir bisa meningkatkan risiko banjir, genangan air, pohon tumbang serta longsor di wilayah rawan.

Warga yang tinggal dekat sungai atau daerah rawan banjir sebaiknya lebih memperhatikan kondisi lingkungan mereka sendiri. Mereka diminta untuk selalu waspada mengenai potensi bahaya tersebut.

Berikut adalah 5 langkah penting yang dapat ditempuh oleh masyarakat dalam menyiapkan diri menghadapi musim hujan:

Pertama-tama, pastikan seseorang memiliki perlengkapan seperti jas hujan dan payung. Untuk pengendara motor, pilihlah model jas hujan yang tidak mudah tersangkut roda atau rantai kendaraan Anda

Kedua, periksa kondisi kendaraan sebelum berpergian ke mana pun selama cuaca buruk. Pastikan ban, rem, lampu, serta wiper kerjanya dengan baik karena jalanan licin membutuhkan konsentrasi lebih tinggi dan ruang dekatir pengereman yang lebih panjang.

Selanjutnya, bersihkan saluran air di sekitar rumah secara rutin untuk mencegah terjadinya genangan akibat hujan deras. Jika ada sampah atau lumpur yang menumpahkan pada selokan tersebut, pastikan dibersihkan agar aliran air tetap lancar

Akhirnya, siapkan perlengkapan darurat seperti bahan bakar cadangan, obat-obatan dasar, sumber cairan minum serta peralatan penyimpanan air jika diperlukan.

Simpan alat pencahayaan seperti senter dalam wadah kedap air untuk digunakan saat gelap gulita, serta simpan obat-obatan pribadi dan dokumen penting yang berharga. Selain itu, pastikan memiliki nomor telepon darurat yang dapat dipercaya.

Untuk menjaga kesehatan tubuh selama musim hujan, istirahat cukup adalah prioritas utamanya. Konsumsi makanan bergizi seimbang agar sistem imun tetap prima. Minum air putih secara teratur juga sangat dianjurkan demi menjaga kelembaban tubuh dan menghindari dehidrasi.

Selain aspek kesehatan umum, perlu diwaspadai penurunan visibilitas akibat derasnya hujan. Hal ini bisa mempengaruhi mobilitas di jalan raya, khususnya bagi pengguna kendaraaan beroda dua seperti motor yang rentan pada kondisi cuaca buruk.

Jika cuaca menjadi tidak menentu atau lebat dengan hujan, sebaiknya mencari tempat teduh yang aman untuk sementara waktu. Hindari berteduh di bawah pohon besar dan bangunan rendah karena risiko terkena petir masih ada. Selain itu, menjauh dari tiang listrik juga sangat penting demi keamanan sendiri serta orang lain.

Untuk mendapatkan informasi prakiraan cuaca yang akurat, masyarakat dianjurkan memantau peringatan dini melalui kanal resmi Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG). Informasi ini dapat membantu dalam persiapan sebelum hujan turun secara lebat-lebat.

Jadi, sudah siap menyambut hujan? Pastikan semua perlengkapan darurat telah tersedia dan selalu ada di tempatnya. Jangan sampai baru mencari jas hujan saat sudah terlambat atau berada di tengah-tengah kehujanan yang tak terduga.